Sunday, December 14, 2008

Indo mode: Renungan tentang natal

Beberapa waktu yang lalu, salah satu teman sekerja saya yang kebetulan berasal dari Belanda kedapatan hadiah dari “Sinterklaas”. Melihat dari kartu ucapan dan juga coklat yang dikemas berbentuk uang keping emas itu, saya berucap, “Oh, it’s a gift from Santa Claus!” (Oh, itu hadiah dari sinterklas) Dia menyahut dengan bilang, “Tapi ini berbeda…”
Sesudah melakukan eksplorasi dari internet, saya belajar bahwa citra “Sinterklaas” itu berbeda dengan citra “Santa Claus”. “Sinterklaas” adalah nama popular dari salah satu santo yang oleh gereja Katolik diperingati pada tanggal 5 Desember, Santo Nikolas.

Santo Nikolas (280-342) adalah uskup dari Myra, Turki. Tidak banyak yang kita tahu tentang dirinya, kecuali bahwa dia lahir dari keluarga yang mapan, menjadi uskup, mengalami penyiksaan dibawah kaisar Diocletan, dan dia menghadiri konsili Nicea tahun 325 yang melahirkan syahadat Nicea-Konstantinopel yang diucapkan oleh kita semua tiap tiap hari minggunya. Kebaikan dirinya dan kebiasaannya perihal memberikan harta yang dia terima dari orang tuanya membuat cerita tentang dirinya melegenda sampai sekarang ini. Salah satu versi legenda tentang dirinya adalah cerita tentang seorang bapak yang mempunyai tiga anak perempuan tetapi bapak ini tidak mampu membiayai mas kawin buat mereka. Santo Nikolas dengan baik hatinya memberikan tiga kantong emas untuk mas kawin ketiga perempuan ini dan salah satunya diberikan lewat lubang cerobong asap yang kebetulan masuk ke dalam kaos kaki salah satu anak perempuan itu, padahal kaos kakinya ditaroh di bawah lubang cerobong asap karena cuman ingin dikeringkan. Demikianlah Santo Nikolas, seorang uskup yang sekarang menjadi santo pelindung nelayan dan anak anak.
Jadi, menurut saya sendiri, “Sinterklaas” yang notabene adalah bahasa Belanda, akhirnya di terjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi sinter klas.
Apakah cerita tentang natal cuman sebatas cerita tentang sinter klas? Tentu tidak. Dalam masa advent ini, kita menantikan kedatangan Tuhan Yesus. Kata advent itu sendiri berasal dari bahasa latin yang artinya kedatangan. Advent itu bisa dibedah lagi menjadi dua kata latin: ad+venio, yang artinya menuju + kedatangan. Menuju kedatangan siapakah Advent ini?

Santo Bernardus dari Clairvaux (1090-1153), dalam sermon (homili) ke limanya tentang advent menyatakan bahwa ada tiga arti dari kedatangan yang kita nantikan dalam advent. Yang pertama adalah kedatanganNya ke dunia saat dia lahir di kandang domba di Bethlehem. Yang terakhir adalah kedatanganNya ke dunia di akhir zaman. Yang kedua adalah kedatanganNya ke dalam tiap tiap hati kita semua saat ini. Santo Bernardus berkata, “kedatangan yang kedua ini adalah seperti jalan yang membawa dari kedatanganNya yang pertama ke kedatanganNya yang terakhir.”
Jadi akhirnya, apakah di tengah tengah kesibukan kita menyambut natal dan tahun baru yang makin dekat ini, sudahkah kita membukakan hati kepada Tuhan Yesus? Tuhan Yesus sendiri berkata, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” (Wahyu 3:20).

2 comments:

JaNe said...

Wah.. critanya natal bgt, tun.. Baru tau gw cerita ttg santo Nikolas yg memberikan 3 kantong emas :)

Tune said...

Hehe... Gue juga barusan tau abis gue research through wikipedia, hehehe.. Thanks for the comment!